Namaku Junaidi, umurku 20 tahun. Aku bekerja sebagai pelayan sekaligus cleaning service di sebuah rumah makan. Statusku sebagai anak perantauan dan tidak memiliki keluarga atau teman di kota Surabaya ini, memaksaku untuk meminta kepada pemilik rumah makan untuk bekerja sekaligus tinggal di sana. Dengan syarat tanggung jawab untuk sekaligus menjaga keamanan rumah makan, Ibu Nurhayati, pemilik restoran itu mengizinkan aku tinggal, meskipun hanya di sebuah ruangan kecil berukuran 2x2m yang berada di bagian belakang rumah makan itu.

Di ruangan kecil itu, aku melepaskan lelah setelah seharian dari pagi sampai malam bekerja. Dan di ruangan itu pula pertama kali aku merasakan nikmatnya melakukan hubungan seks dengan orang yang seharusnya kusegani, yaitu Ibu Nurhayati, pemilik rumah makan dimana aku bekerja.

_________________________________

Awal dari peristiwa itu terjadi adalah di hari pertama aku bekerja. Seluruh karyawan memang tidak diperkenankan membawa HP saat bekerja. Oleh karena itu, seluruh HP karyawan disimpan di dalam laci meja kasir. Entah kenapa pada hari pertama aku bekerja, orang yang duduk di meja kasir bukan Mbak Lia, kasir yang telah lama bekerja di rumah makan tersebut, melainkan Ibu Nurhayati, si pemilik rumah makan.

Saat itu, jam 9 malam lewat, hampir jam 10. Rumah makan Bu Nurhayati memang biasa tutup jam 10 malam. Ku lihat Bu Nurhayati menerima panggilan dan sebuah HP karyawan, yang ku kenali adalah HPku. Aku sudah merasa tidak enak hati saat itu, Entah siapa yang menelpon ke nomor HPku dan berbicara dengan Bossku. Aku hanya bisa berharap, itu telepon dari orang tuaku yang ingin memastikan aku baik-baik saja dalam bekerja di perantauan.

Pembicaraan via telepon memang tidak begitu lama, tetapi setelah itu ku lihat sepertinya Bossku sedang mengutak-atik HPku dengan tangannya yang bersembunyi di bawah meja kasir. Raut wajah terkejut terlihat dari cara dia memperhatikan LCD HPku. Kekhawatiranku semakin bertambah, karena aku banyak menyimpan video bokep di gallery. Namun begitu, aku berusaha menyembunyikan kecemasanku dengan meneruskan pekerjaanku.

Pengunjung terakhir telah meninggalkan rumah makan. Para pekerja lainnya mulai bersiap-siap untuk pulang. Sedangkan aku siap-siap untuk melanjutkan pekerjaanku sebagai Cleaning Service, membersihkan dan membereskan rumah makan. Ku ambil sapu dan pel, ku bersihkan lantai dan meja, ku angkat semua kursi ke atas meja, dan ku tutup gorden pada semua jendela. Aku tidak berani menutup pintu, karena Bossku belum pulang. Aku juga tidak berani menyapanya meski hanya sekedar menanyakan kenapa beliau belum pulang. Namun tiba-tiba dia memanggilku.

Ibu: “Jun!”

Aku: “Ya, Bu!” dengan cepat ku jawab panggilannya dan melangkah cepat meninggalkan pekerjaanku.

Ibu: “Tadi orang tuamu menelpon, menanyakan khabar kamu.”

Aku: “Iya, Bu!”

Ibu: “Gimana perasaanmu bekerja di sini, Jun?”

Aku: “Ga ada masalah. Saya suka kok, Bu!”

Ibu: “Ibu mau tanya hal pribadi. Boleh?”

Aku: “Bo..boleh, Bu! tentang apa?”

Ibu: “Maaf, ya! Tadi Ibu buka HP kamu. dan itu juga Ibu lakukan pada setiap karyawan baru.”

Aku hanya terdiam dan tertunduk menunggu apa yang akan dia katakan selanjutnya. Kecemasanku semakin mendalam, karena ini menyangkut hal-hal pribadi yang tersimpan dalam HPku. Ups.. seandainya aku tahu akan seperti ini, pasti akan ku buang semua file pribadi dari memori HPku.

“Ibu: “Apakah kamu pernah melakukan hubungan badan? dengan pacar kamu mungkin!?”

Aku: “Be..be.. Belum pernah, Bu!”

Ibu: “Kalau begitu, kamu sering melakukan onani, ya?”

Aku terdiam selama beberapa saat, sampai akhirnya Bu Nurhayati melanjutkan kata-katanya.

Ibu: “Tidak apa-apa kok, Jun! Itu wajar dan itu normal untuk laki-laki seusia kamu. Tapi kamu harus tahu bahwa onani itu kurang baik jika terlalu sering dilakukan.”

Aku: “Baik, Bu!”

Ibu: Pekerjaanmu sudah selesai?”

Aku: “Sudah, Bu! tinggal mengunci pintu dan pagar.”

Ibu: “Ya sudah! Kunci aja pintu dan pagar. Malam ini Ibu menginap di sini.”

Aku: “M..ma.. Maksud, Ibu?”

Ibu: “Kenapa? Ada masalah!?”

Aku: “Tapi… Ibu tidurnya dimana?”

Ibu: “di kamar kamu tidak bisa, ya?”

Aku: “Oh ya, bisa, Bu! saya bisa tidur sofa malam ini….”

Begitu jawabku seraya meminta izin untuk menyelesaikan pekejaan terakhirku, yaitu menutup gerbang pagar dan pintu-pintu rumah makan.

Ada sebuah pertanyaan dalam benakku, kenapa Ibu Nurhayati ingin meninap di ruangan kecil itu? Apakah dia memang biasa menginap di rumah makannya ini. Entahlah. Yang pasti aku tidak ingin terlibat dengan masalah denga Bossku di hari pertama aku bekerja.

About Ibu Verra

Aku seorang Ibu rumah tangga yang bangga menjadi seorang Ibu untuk anakku, seorang istri untuk suamiku, dan seorang wanita bagi semua orang. Aku dulu seorang perawan, tetapi dalam sekejap semua hilang, ketika aku merelakan hidupku untuk mendampingi suamiku.

6 responses »

  1. Jerry mengatakan:

    Hallo….slamat sore kalau saya sebutkan karena sesuai dg segara asalku.saya cuman numpang taya bisaka anda mengirim vidio porno yang umurnya 12 th lewat emailku.?karena saya belum perna menontong perawan,apalagi bermain dg perawan……… Ku tunggunya

  2. rudi mengatakan:

    Bikin penasaran….

  3. saya terhibur sekali membaca ruangan ini..

  4. Roland mengatakan:

    selamat siang ..perkenalkan nama saa roland saya ada sedikit kisah pengalaman sex saya tapi saa sulit menusunnya mohon bantuan…alamt email saya raymoreroland@ymail.com

  5. Iphoy susanto mengatakan:

    087888181784 pgen memek

  6. Edi mengatakan:

    Salam knal. Nma sy Edi, umur 26 thn, tnggal di Kapuk (Jakarta Utara). Blum prnah ML, tp pngen mrasakan nikmatny ML. Bagi tante atau cwek yg mau ngajarin sy ML, please call or sms me di 081212096183.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s