Dua belas tahun menjalani masa menopause tak membuat hidup Connie Sutedja, 67 tahun, muram tanpa gairah. Artis kawakan yang tenar dengan sebutan ‘Bu Hebring’ ini tetap enjoy melaksanakan berbagai kegiatan dalam hidupnya, termasuk aktivitas seksual. “Aman-aman saja ya,” jawabnya saat ditanyakan aktivitas seksualnya setelah menopause.

Connie, yang menjadi pemeran utama di film Singa Betina dari Marunda, mengalami menopause sejak umur 55 tahun. Tapi kondisi ini tak membuat Connie lantas menutup cerita kehidupan seksnya. Malah, kata artis kelahiran Tasikmala itu, dia tetap bisa menikmati seks tanpa rasa sakit. “Kata orang akan merasa panas atau merasa ga enak untuk berhubungan, tapi saya tidak,” ujar Connie yang hanya mengeluhkan badannya yang melar dan buncit setelah menopause.

Connie tak sendiri. Anon Komalasari, 68 tahun, juga merasakan hal serupa. Nenek 10 cucu yang tetap terlihat segar meski ada kerutan di wajahnya itu, mengaku tak ada perubahan signifikan terkait kehidupan seksnya setelah menopause. Seperti Connie, Anon mengalami menopause saat usianya menginjak 55 tahun. Tapi setelah itu, dia tetap menikmati kehidupan seks. “Tidak ada perubahan baik fisik maupun psikis setelah menopause,” ujar istri Asep Jamharis itu. Hanya, kata Anon, sekarang dia lebih sensitif karena sering ditinggal suaminya yang berprofesi sebagai TNI. Selain itu saat ini dia mudah merasa lelah dan gampang sakit pinggang.

Di kalangan perempuan, khususnya yang sudah berusia 40 tahun ke atas, menopause masih menjadi momok. Sebab di masa ini, fungsi seksual perempuan diyakini menurun. Namun menurut seksolog Zoya Dianaesthika Amirin, anggapan bahwa kehidupan seks akan terganggu paska menopause hanya mitos belaka.

Aktivitas seksual, ujar Zoya, sama seperti makan. “Kalau sebelumnya orang suka makan rujak trus kalau setelah menopause dia tidak ingin rujak lagi kan tidak mungkin,” tandasnya. Karena itulah, kehidupan seks tidak akan berubah meskipun sudah menopause. Kecuali soal lubrikasi. Jika sebelum menopause wanita akan lebih cepat mengeluarkan cairan, maka sesudah menopause proses lubrikasinya sedikit lebih lama.

Kendati demikian, kondisi ini tak akan menghalangi perempuan untuk berhubungan seks. Sebab saat ini banyak dijual cairan pelican vagina untuk membantu lubrikasi. Zoya mencontohkan pernah ada seorang nenek 80 tahun menikah dengan kakek 85 tahun dan mereka tetap bisa melakukan hubungan seks seperti pasangan muda.

Menopause adalah suatu fase berhentinya siklus menstruasi dan menipisnya jumlah oosit atau sel telur dalam ovarium. Selama menopause, yang umumnya terjadi pada usia 45 – 55 tahun, tubuh seorang wanita secara perlahan mengurangi produksi hormon estrogen dan progesterone sehingga terjadilah berbagai gejala. Di antaranya kekeringan pada vagina, perubahan mental dan perubahan fisik lainnya.

Tapi menurut Zoya, perubahan mental pada perempuan menopause lebih karena ketakutan akibat berkurangnya produksi hormon, yang berarti lubrikasi menjadi lebih lama. Perempuan juga menjadi lebih rentan ketika hormon esterogen sudah tidak diproduksi lagi oleh tubuh. Sebab yang membuat perempuan kuat dan tangguh adalah hormon esterogen. “Karena itulah sebagian orang memerlukan terapi hormon ketika dia mengalami menopause,” ujar ibu satu anak ini.

Masih kata Zoya, perempuan yang gaya hidup dan pola makannya sehat, rajin olahraga dan berhubungan seks secara regular akan lebih mudah melewati masa menopause. Sebaliknya, perempuan yang gaya hidupnya tak sehat, malas berolahraga dan hubungan seksnya tidak teratur akan jauh lebih sulit melewati masa pra menopause sampai saat menopause. Zoya juga mengingatkan perempuan di masa menopause tak boleh memanjakan prasangkan negatif. Sebab hal itu akan mengganggu kehidupan seksualnya.

Dia harus merasa dirinya tetap seksi dan nyaman berapapun berat badannya,” kata Zoya. Dia menambahkan, “perempuan menopause harus mampu membuat dirinya terangsang untuk pasangannya. Selain itu, harus lebih berinsiatif untuk memulai berhubungan seks dan tidak menunggu ajakan pasangan.” Seperti saran Zoya, Connie ‘Hebring’ Sutedja mengaku berpikir positif membuatnya tetap nyaman menikmati seks meskipun usinya sudah kepala enam.

Sumber: http://www.prioritasnews.com/seks-nyaman-meski-menopause/

About Ibu Verra

Aku seorang Ibu rumah tangga yang bangga menjadi seorang Ibu untuk anakku, seorang istri untuk suamiku, dan seorang wanita bagi semua orang. Aku dulu seorang perawan, tetapi dalam sekejap semua hilang, ketika aku merelakan hidupku untuk mendampingi suamiku.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s