Sebelumnya:
Keperawananku Hilang, Hatiku Senang… (Part I)

Matahari perlahan mulai kembali keperaduannya, berganti dengan malam yang merayap menghapus fajar senja. Aku memutuskan untuk bermalam di Villa saja malam ini, karena Wanto juga tidak keberatan untuk menemaniku tinggal di Villa besarku. terlepas dari ada atau tidak pikiran kotor di antara kekaguman Wanto pada kemewahan hidup yang ku miliki, namun di sinilah awal dari misi yang ku jalankan.  Saat kami sedang duduk santai di depan televisi, aku mencoba untuk memulai pembicaraan liarku.

“To!”

“Ya?”

“kenapa lo belum merit?”

“Hahaha…. dapat duit dari mana? kerja sebagai honorer, hasilnya nggak seberapa….”

“Apa gaji untuk jagain Villa gue kurang buat lo..!?”

“Waah.. kalau itu sih, cukup banget buat aku… tapi aku kan belum kerja, Na..!!”

“sekarang aja kerjanya, To..!”

“Emangnya kamu mau ngasih gaji di awal. ya? Hahaha….”

“Nggak sih..! Lo tetep kerja dulu, baru gue kasih upah…!”

“Kerja apa malam-malam gini?”

“Jika kamu mau, gue kasih tips tambahan buat lo….”

“Hmmm… maksud kamu, Na..!?”

Dengan menarik nafas panjang, aku memberanikan diri untuk mengungkapkan keinginanku. Aku menawarkan padanya untuk melakukan hubungan intim denganku. Wanto sangat terkejut mendengar permintaanku yang mungkin terdengar aneh, tetapi ia juga tidak mampu menolak, ketika tanganku mencoba menyentuh batang penisnya yang masih bersembunyi di balik celana panjangnya. Dia hanya diam terpaku, mungkin juga disebabkan kebingungan harus melakukan apa. Tak berapa lama, dapat ku rasakan penisnya mulai menegang. Tanpa pikir panjang, ku buka kancing celananya dan ku tarik resletingnya, lalu ku ulur celama dalammnya, sehingga aku pun bisa melihat penis Wanto yang sudah sangat tegang.

Wanto masih diam tanpa mampu bicara dan tanpa melakukan apa-apa. Ia hanya tetap pada posisi duduknya sambil menatapku yang mulai beraksi dengan penisnya yang sudah sangat tegang. Ku genggam penis Wanto lalu ku coba untuk mengulumnya seperti yang biasa aku tonton di film-film porno. Namun aku terkejut, karena baru sekali aku memasukkan penisnya ke mulutku, tiba-tiba aku dikejutkan oleh cairan hangat yang menyembur di dalam mulutku. Langsung saja ku jauhkan wajahku dari penis Wanto, tetapi semburan sperma itu ternyata belum berakhir. Semburan kedua tepat mengenai wajahku.

“Wanto..!! Hahahaha……..” teriakku sambil tertawa terbahak-bahak.

“Maaf…..!” kata Wanto sambil menahan sedikit rasa malu.

TO BE COTINUED….

About Ibu Verra

Aku seorang Ibu rumah tangga yang bangga menjadi seorang Ibu untuk anakku, seorang istri untuk suamiku, dan seorang wanita bagi semua orang. Aku dulu seorang perawan, tetapi dalam sekejap semua hilang, ketika aku merelakan hidupku untuk mendampingi suamiku.

One response »

  1. […] Keperawananku Hilang, Hatiku Senang… (Part III) Sebelumnya: Keperawananku Hilang, Hatiku Senang… (Part II) […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s