Cerita ini merupakan lanjutan dari:

Seks dan Jodoh

Sejak saat itulah, aku mulai berpikir tentang sebuah rencana yang akan aku lakukan untuk sekedar mewujudkan sebuah impian tentang sisi hidup yang tak pernah ku miliki. Aku mulai mendata ulang teman-teman cowokku waktu SMA dan kuliah yang bisa ku jadikan target untuk misiku ini. Kekayaan melimpah yang ku miliki adalah sumber daya paling produktif dalam misi yang ku rencanakan.

***********

Beberapa hari aku mendata dan mencari informasi tentang teman-temanku untuk target dalam misi yang mungkin lebih pantas ku beri nama Misi Seks dan Jodoh. Akhirnya ku temukan seorang cowok yang akan menjadi target pertamaku.

Namanya Wanto, dia adalah temanku waktu kuliah. Wanto boleh dikatakan sebagai cowok yang pintar, IP yang ia dapatkan selama kuliah selalu di atas 3. Tetapi sayangnya, ia harus berhenti kuliah, karena bantuan beasiswa yang menjadi modal kuliahnya, tidak mengalir dengan lancar. Hingga pada semester 5, ia tidak pernah lagi hadir dalam perkuliahan.

Wanto ku jadikan target pertama dalam misiku ini, karena menurut informasi yang ku dapatkan, ia sekarang tinggal di sebuah desa di Jawab Barat. kebetulan aku memiliki sebuah villa di daerah itu. Berdasarkan sumber yg sama, juga kudapatkan informasi bahwa ia juga belum berkeluarga, dan hanya bekerja sebagai honorer di sebuah sekolah dasar di desanya.

***********

Pada hari yang ku tetapkan, aku berangkat ke Bandung tanpa sopir pribadiku. Mobil Mitsubishi Pajero Sport sengaja ku pilih, karena mungkin perjalanan ke tempat tinggal Wanto akan keluar dari jalur aspal. Sekitar pukul 08.30 pagi, aku berangkat dari Jakarta menuju ke Bandung, dan tiba di Desa tempat Wanto tinggal sekitar jam 04.00 sore.

Kebetulan sekali, saat aku tiba di depan rumahnya, Wanto sedang berada di depan rumahnya. Ia juga terkejut saat melihatku, ia meninggalkan pekerjaan yang sedang asyik ia lakukan dan langsung mendekatiku seraya mengajakku untuk masuk ke rumahnya. Dengan senang hati ku terima tawarannya itu.

Rumah Wanto hanyalah sebuah rumah yang sangat sederhana dengan dinding yang hanya terbuat dari anyaman bambu. Tidak kursi atau meja tamu di dalam rumah Wanto ini, jadi aku hanya duduk di lantai saja. Beberapa saat kemudian, Wanto keluar membawakan segelas teh untukku.

“Maaf..! hanya teh panas yang ada, Na..!”

“Ah, nggak apa-apa kok..! Biasa aja kalee…!”

Akhirnya kami asyik dalam pembicaraan tentang kenangan saat awal kuliah, tentang teman-teman, tentang hal-hal lucu, dan sebagainya. Hingga akhirnya ia bertanya padaku:

“Kok bisa nyampe sini sih?” tanya Wanto padaku.

“Ya, sebenarnya nggak terlalu kebetulan juga sih, tapi bisa juga dibilang kebetulan…” Jawabku sambil sedikit tersenyum.

“Hahaha…. kamu ini, ada-ada aja…!!”

“Iya… Soalnya Gue punya Villa dekat sini, To..! Gue pingin lo yang jagain Villa Gue…. kebetulan orang biasa ngerawat Villa gue, udah berhenti sebulan yg lalu….”

Aku menawarkan pekerjaan sebagai penjaga Villa kepada Wanto dengan upah yang sangat besar baginya. Aku dapat melihat ketertarikan di matanya, tetapi dengan manis ia berusaha untuk menyembunyikannya. Hingga akhirnya, ku ajak dia untuk langsung survey ke lokasi, ia pun bergegas mengganti pakaian ke kamarnya untuk berangkat menuju Villaku yang berlokasi sekitar 1 km dari desa tempat tinggal Wanto.

****************

Setibanya di depan Villa milikku sekitar pukul 05 lewat, Wanto terkejut melihat sebuah bangunan megah dengan pekarangan yang luas tersebut. Ia tidak menyangka bahwa Villa besar yang bisa ia lihat dari ujung desanya tersebut ternyata milik teman kuliahnya. Ku ajak Wanto masuk ke dalam Villaku, dan bertambahlah kekagumannya pada kemewahan interior Villa besar yang baru pertama kali ia masuki tersebut. Ku ajak dia mengelilingi Villa dan menunjukkan ruangan-ruangan dalam Villa tersebut satu persatu, serta menjelaskan apa yang harus dilakukannya di Villa tersebut.

**************

Maaf… Ceritanya harus bersambung lagi….😆 Part II

About Ibu Verra

Aku seorang Ibu rumah tangga yang bangga menjadi seorang Ibu untuk anakku, seorang istri untuk suamiku, dan seorang wanita bagi semua orang. Aku dulu seorang perawan, tetapi dalam sekejap semua hilang, ketika aku merelakan hidupku untuk mendampingi suamiku.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s