Namaku Yohana, Aku adalah warga keturunan Tionghua. Aku memiliki banyak usaha di daerah Jakarta hingga Jawa, warisan dari orang tuaku yang telah meninggal ketika aku baru saja lulus kuliah. Di usiaku yang sudah memasuki 28 tahun, aku masih belum pernah merasakan yang namanya pacaran. Padahal aku berusaha baik dan loyal pada teman-temanku sejak aku duduk di bangku SMA hingga aku kuliah. Dengan pendekatan itu, aku memiliki banyak teman, meskipun ku sadari bahwa kebanyakan mereka hanya memanfaatkan kekayaanku saja. Aku tidak perduli dengan hal itu, karena orang tuaku cukup mampu untuk memenuhi keperluanku secara materi, pada saat itu. Aku juga termasuk anak yang cerdas dalam pelajaran, baik saat sekolah, maupun saat aku kuliah, aku bahkan memperoleh predikat cumlaude saat wisuda.

Dengan kemapanan diri yang ku dapatkan sekarang, rasanya wajar jika sebagai seorang wanita normal, aku menginginkan seorang pasangan hidup dan membina keluarga dengannya. Tetapi tak pernah ada seorangpun teman cowokku yang pernah mencoba mengungkapkan perasaannya secara serius kepadaku. Tetapi aku juga sadar diri, ukuran dan berat tubuhku yang jauh di atas rata-rata gadis seusiaku, mungkin adalah alasan, kenapa hingga menjelang kepala tiga, aku belum menemukan jodohku.

Keinginan memiliki hubungan khusus dengan seorang pria memang mulai membatin sejak aku SMA. Hampir semua teman SMAku memiliki pacar. Beberapa orang teman SMAku juga mengaku pernah melakukan hubungan seks dengan pacarnya. Begitu bangga mereka menceritakan itu kepadaku, tanpa sedikitpun menyadari bahwa akupun sangat menginginkan memiliki sebuah hubungan seperti mereka.

Harapanku…….. akan datangnya seorang lelaki yang akan mengungkapkan perasaannya kepadaku, terus saja ku yakini hingga bertahun-tahun lamanya, bahkan sampai aku lulus kuliah, dan bahkan hingga saat aku harus tinggal sendiri dalam kemewahan semenjak orang tuaku meninggal dunia. Seiring dengan bertambahnya usia, hidupku pun semakin mapan. Namun tetap ada satu hal yang kurang dalam hidupku….😦 yaitu seorang laki-laki sebagai pendamping hidupku, mengharungi bahtera rumah tangga bersama dalam suka dan duka.

Fobia akan menjadi seorang perawan tua semakin menghantui kehidupanku. Terkadang aku berpikir untuk mengakhiri hidupku, mengeluhkan pada Tuhan tentang kondisi fisikku yang menurutku merupakan penyebab utama, kenapa sampai saat ini tidak ada seorang pria pun yang mau menyentuhku… Tetapi kadang aku juga berpikir, dengan kekayaan yang ku miliki, aku bisa memiliki segalanya, apa yang ku inginkan juga bisa ku wujudkan dengan mudah, mengapa hanya untuk urusan seorang lelaki saja aku harus mengakhiri hidup….

Sejak saat itulah, aku mulai berpikir tentang apa rencana yang akan aku lakukan dengan kekayaan yang ku miliki untuk sekedar mewujudkan sebuah impian tentang sisi hidup yang tak pernah ku miliki………..

**********************

Bersambung…….. Keperawananku hilang, hatiku senang…

About Ibu Verra

Aku seorang Ibu rumah tangga yang bangga menjadi seorang Ibu untuk anakku, seorang istri untuk suamiku, dan seorang wanita bagi semua orang. Aku dulu seorang perawan, tetapi dalam sekejap semua hilang, ketika aku merelakan hidupku untuk mendampingi suamiku.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s