Pada dasarnya, seorang wanita yang pernah melakukan hubungan seks sudah tidak bisa dikatakan sebagai perawan, namun bukan berarti keperawanannya terenggut pada saat ia melakukan hubungan seks tersebut. Keperawanan yang dimaksudkan di sini adalah robeknya hymen atau selaput dara karena masuknya penis ke lobang senggama. Hymen atau selaput dara bukanlah lapisan yang menutupi liang senggama, melainkan hanya selaput tipis yang mengelilingi lobang vagina bagian dalam yang membatasi antara labia minora (bibir dalam vagina) dengan serviks (leher rahim). Hymen sendiri memang bisa dikatakan cukup tipis, tetapi ia juga merupakan lapisan yang sangat elastis, sehingga boleh jadi penis masuk ke vagina tanpa merobek lapisan hymen tersebut.

Bagi wanita yang masih perawan, dalam kata lain, yang belum pernah melakukan hubungan seksual dengan lawan jenis, terkadang selalu dihantui oleh ketakutan akan kehilangan keperawanan jika melakukan hubungan seks. Dalam budaya timur, keperawanan memang masih dihargai dengan sesuatu yang sangat sakral, sehingga keperawanan hanya bisa diberikan pada suami atau pasangan yang sah saja. Sementara dalam Budaya masyarakat Barat, keperawanan tidak harus dilepaskan pada hubungan seks dengan suami, tetapi bisa dilakukan dengan pasangan yang memang terikat dalam hubungan suka sama suka.🙂

Pada sebuah Film berjudul 18 years old virgin, kamu bisa melihat bahwa dalam budaya masyarakat barat, keperawanan justru dianggap hal aneh pada saat seorang gadis mulai beranjak usia remaja. Namun dalam masyarakat timur, melakukan hubungan seks pra nikah, adalah sebuah pelanggaran terhadap nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakatnya. Sehingga ketika ada seorang gadis remaja yang ketahuan melakukan hubungan seks di uar nikah, maka ia dianggap aib dalam untuk lingkungannya.

Dalam kenyataannya, di kalangan remaja yang hidup dalam aturan ketimuran, budaya seks pra nikah bukan merupakan sesuatu yang baru. Berbagai macam cara, waktu dan tempat bisa dicari dan direncanakan untuk melakukan hubungan seks tersebut. Tetapi karena mengingat budaya yang berlaku, mereka melakukannya secara backstreet. Beberapa pertanyaan yang pastinya selalu berkecamuk pada seorang perawan yang hidup pada lingkungan remaja seperti ini, adalah:

  1. Apakah aku harus memberikan keperawananku pada seseorang yang tidak sah sebagai suamiku?
  2. Bagaimana jika nanti suamiku mengetahui bahwa aku tidak berawan lagi? 
  3. Bagaimana jika aku hamil?
  4. Apakah bisa selaput daraku tidak robek jika aku melakukan hubungan seks? 

Untuk mendapatkan  jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut, silahkan KLIK DISINI…!!!!😆

———————————-

Para orang tua yang memiliki anak gadis atau perawan, hendaknya membaca artikel ini, dan hendaknya juga membaca kondisi zaman. Perhatikan prilaku anak anda dengan bijak dan bimbing mereka dengan cara yang lebih bijak…!!!😆

About Ibu Verra

Aku seorang Ibu rumah tangga yang bangga menjadi seorang Ibu untuk anakku, seorang istri untuk suamiku, dan seorang wanita bagi semua orang. Aku dulu seorang perawan, tetapi dalam sekejap semua hilang, ketika aku merelakan hidupku untuk mendampingi suamiku.

4 responses »

  1. arya mengatakan:

    ibu verra,,, saya ingin berbincang dengan ibu sekilas keperawanan,,,, sebelumnya saya perkenalkan diri,,,, nama saya Arya, saya seorang mahasiswa jurusan KIP (komunikasi informasi publik) yang mana saat ini saya dapat tugas untuk membuat mading (majalah dinding) yg berkaitan dengan sosial budaya, dimana saya mengangkat tema tentang asumsi masyarakat indonesia (eastern human) dengan masyarakat barat (western human)….. jadi saya akan sangat terbantu jika ibu bersedia menjadi narasumber saya dalam tugas ini… terima kasih…..
    jika mungkin saya ingin wawancara ibu secara langsung,,, jika tidak hubungi saya lewat e-mail atau facebook saya…. skali lagi saya ucapkan terima kasih….

  2. […] artikel berjudul Menjaga Keperawanan Saat ML (Making Love) telah disebutkan beberapa pertanyaan tentang keperawanan yang mengganggu pikiran […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s