Ada seorang gadis perawan yang saat itu sedang bersama pacarnya bergandengan tangan ingin ke warnet. Kebetulan sore itu hujan deras dan mereka kehujanan sampai basah kuyup. Saat di depan pintu warnet, mereka berbisik dan entah apa yang mereka bisikkan. Kemudian mereka masuk dan bertanya pada operator yang kebetulan seorang bapak paruh baya.
Perawan: Pak, ada bilik kosong?!
Bapak: Oh ada, itu tinggal satu nomer 13 di pojok.
Seketika si Perawan mengerlingkan matanya pada si Perjaka (si cowo). Dan si Perjaka mengangguk saja.
Mereka masuk ke dalam bilik nomor 13 yang ada di pojok. Beberapa lama kemudian terdengar gelagak tawa dari kedua orang tersebut yang menggangu para client.
Saat hujan reda, beberapa client pulang dan warnet menjadi sepi hanya tersisa kedua orang tersebut dan bapak operator.
1 jam, 2 jam, 3 jam, 4 jam, mereka tak kunjung keluar dari bilik. Waktu telah meunjukkan pukul 9 malam.
Tiba-tiba terdengar suara aneh seperti “suara perempuan mendesah keenakan. Si bapak yang saat itu ngantuk akhirnya langsung “melek” lagi. Bapak itu curiga kedua orang di bilik 13 sedang melakukan hubungan intim. Tapi sayangnya bapak itu tak berani menangkap basah mereka. Bapak itu hanya mendengarkan saja suara aneh itu.

Memasuki jam kelima akhirnya mereka keluar dengan bersimbah keringat. Si bapak terpaku tak berani mengucapkan satu patah katapun, ia hanya berkata dalam hati semoga anaknya yang juga masih gadis tidak mengikuti pergaulan bebas kedua orang di depannya ini.
Perawan: Berapa pak?!
Bapak: Eh, eeee habis 15ribu.
Perawan: Sayang.. bayar tuh..!!!
Perjaka: Iya..
Si Perjaka mengulurkan uang 10ribuan dan 5ribuan padi si bapak.
Bapak: Oh iya, makasih mas.!
Perjaka: Sama-sama. Yuk pulang say..
Perawan: Yuk..

*******

Tak berapa lama, mereka kembali lagi. Si Bapak bertanya pada si Perawan.
Bapak: Kenapa lagi mbak?! Ada yang ketinggalan?!
Perawan: Duh, kok bapak bisa tahu?! Jangan-jangan barang saya yang ketinggalan sudah diambil ya pak?!
Bapak: Oh belum.! Bapak beres-beresnya belum sampai ke ujung…. jadi, Bapak gak tau kalau barang mbak yang ketinggalan. Ya udah diambil aja, Mbak..!!

Lalu si Perawan masuk dan mengambil barangnya. Dan kembali pada si Bapak.
Bapak: Apa yang ketinggalan mbak?!
Perawan: Anu pak, anu.. Kondom saya ketinggalan.hehe
Bapak: Apa?! Kondom?! Astaghfirullah..
Perawan: Iya pak. Tadi mau dipake di bilik tapi gak jadi ah. Kondomnya juga masih baru beli tadi.
Bapak: (Diam terpaku)
Perawan: Nih pak kalau mau liat kondomnya..
Bapak: Dasar bocah! Sialan!😀😀
Perawan: Kenapa sih bapak ini?!

Tiba-tiba hp si Perawan berbunyi, dan ternyata suara mendesah keenakan tadi merupakan suara ringtone HP tersebut. Dan si Bapak😀 tertawa😀 lagi, karena dia merasa tertipu oleh pemikirannya sendiri. Setelah selesai memerima panggilan, si Perawan dan si Perjaka pamit pulang.
Si Bapak masih tak habis pikir dirinya bakal tertipu seperti itu…. 😆

————————————-

Nah sekarang yang jadi masalah, kenapa waktu liat kondomnya si Perawan, si Bapak jadi ketawa?!
Nih liat sendiri aja gambarnya…..  (Klik gambar! untuk memperbesar gambar)

About Ibu Verra

Aku seorang Ibu rumah tangga yang bangga menjadi seorang Ibu untuk anakku, seorang istri untuk suamiku, dan seorang wanita bagi semua orang. Aku dulu seorang perawan, tetapi dalam sekejap semua hilang, ketika aku merelakan hidupku untuk mendampingi suamiku.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s