Tren masyarakat perkotaan kini semakin meningkat.Tak hanya rela menghabiskan banyak uang untuk mempercantik penampilan luar saja, namun juga bagian tubuh yang paling intim, seperti operasi vagina. Dengan operasi yang disebut vaginoplasti, mahkota Anda pun disulap kembali bak perawan, sehingga berhubungan intim pun kembali indah. Benarkah?
Beberapa kali melahirkan sering kali membuat wanita merasa khawatir. Khawatir bila setelah mengeluarkan bayi seberat 2-3,5 kg organ intim menjadi melebar, longgar, lalu berhubungan intim dengan suami pun tak memuaskan lagi. Padahal kepuasan dalam berhubungan seks sangat penting.

Hubungan seks adalah salah satu kebutuhan utama suami istri. Bila menjadi hambar, lalu malas melakukannya, lama-kelamaan pasti akan memengaruhi keharmonisan. Lalu, sungguh mudah ditebak,  apa saja hal negatif yang bisa terjadi. Inilah salah satunya yang ditakutkan
Wanita akan menyadari ada yang berubah setelah ia melahirkan 3 anak. Bukan penampilannya. Sebagai wanita tentu bisa datang ke salon kecantikan untuk menjaga penampilan fisiknya. Seorang wanita cantik dengan paras mulus dan badan sungguh terawat. Toh, ia bilang harus operasi  “bagian dalamnya.”  Waktu masih satu dua anak, sebenarnya bagian dalam sudah mulai berubah, tapi mulai lebih terasa setelah 3 anak lahir” Demikian kata salah seorang wanita yang mau menceritakan pengalamannya.
Suaminya, seorang pengusaha, awalnya tidak komplain. la sendiri juga merasa tak mengindahkan betul. Tetapi, ketika frekuensi hubungan intim menjarang, yang sebelumnya bisa 2 kali setiap berhubungan lalu menjadi 1 kali, itupun cuma sebentar ia mulai khawatir. “Saya sadar yang namanya hubungan suami-istri itu juga kebutuhan utama. Makanya, saya lalu introspeksi kenapa sih saya kok nggak merasa puas lagi, suami juga sepertinya demikian” ujarnya.
Salah satu yang dipikirkannya, adalah jangan-jangan ini masalah organ intimnya. “Saya pikir-pikir apa. keputihan, tapi saya nggak keputihan kok. Apa lubrikasi (cairan organ intim yang keluar saat terjadi rangsangan) saya yang berlebihan. lya sih, tapi kalau nggak ada lubrikasi ‘kan perih, iya enggak?” tambahnya terus terang. Setelah memikirkan berbagai kemungkinan, ia mengambil kesimpulan, organ intimnya bermasalah. “Saya browsing internet dan menemukan bahwa vagina bisa saja melebar, terlebih pada wanita yang sudah melahirkan, lalu saya konsultasi ke dokter .
Sementara wanita yang lain mengatakan merasakan organ intimnya ‘berubah’ setelah melahirkan putri keduanya. Awalnya, setelah melahirkan ia takut berhubungan intim, apalagi organ sensitifnya memang mengalami jahitan episiotomi (jahitan vagina akibat perobekan setelah melahirkan). “Setelah kembali ‘normal’ dan mulai berhubungan seks, eh, kok rasanya beda” tawanya,  berderai ketika menirukan pertanyaan suaminya.
Komunikasi antara dirinya dan suaminya cukup terbuka, membuat wanita yang aktif ini, enjoy saja menanggapi keluhan ayah dua putrinya itu. “Begitulah kami berdua, selalu membicarakan masalah apa saja, termasuk mengenai hubungan seks. Karena itu, saya lalu mencari tahu, apa ya yang harus saya lakukan. Nah, dari teman saya tahu soal pembersihan vagina sampai operasi ini” ujarnya santai.
Kenyataannya, kepuasan dalam berhubungan intim memang nomor satu. Berbagai cara akan dilakukan pasangan suami-istri demi mendapatkan kenikmatan nan indah itu. Dan ternyata, di sebuah klinik Pasutri, minat wanita untuk mereparasi organ intimnya cukup tinggi. Untuk apa? ternyata lebih untuk kepuasan suami.
  1. Perlukah Vaginoplasti ?

    1. Vaginoplasti bukan hanya menjadi tren wanita perkotaan saat ini, namun hal itu sudah dipandang sebagai suatu yang perlu bagi tiap wanita. “Saya sebagai pria memandang operasi ini penting. Apalagi bila istri melahirkan secara normal dan bayi yang dilahirkannya memiliki berat di atas 3,5 kilogram  atau lebih.

    Langkah itu patut diambil, terlebih jika pada saat proses melahirkan menggunakan bantuan alat  seperti vakum, alat penyedot bayi. Alat vakum ini dapat membuat otot-otot vagina semakin kendor. Kendornya vagina pada istri, pasti dirasakan langsung oleh suami. Umumnya  mereka komplain karena sa’at melakukan hubungan intim sudah tidak merasakan greget lagi.
    Sementara keluhan biasanya datang dari pihak suami yang merasa tidak mendapat kepuasan saat berhubungan dengan istri, karena lubang vagina sudah longgar akibat melahirkan beberapa kali. Banyak pasien saya kasusnya seperti itu. Mereka curhat suami komplain karena hubungan suami-istri sudah tak seindah dulu. Karena itu mereka memutuskan melakukan vaginoplasti.
    Vaginoplasti sebetulnya adalah tindakan untuk memperbaiki jaringan otot. “Saat melahirkan jaringan itu melar seperti celana karet. Dengan vaginoplasti, jaringan itu digunting, lalu dirapatkan lagi ujung-ujungnya Jelas sang dokter. Digunting bukan berarti dihilangkan, tapi dibentuk agar nampak lebih indah dan mungil. “Operasi ini biasanya dilakukan pada wanita yang sudah menopause dan bagi mereka yang memutuskan tak akan menambah anak lagi.
    Awalnya, menurut Dokter ahli bedah plastik, rekonstruksi dan bedah estetika, vaginoplasti sebenarnya ditujukan untuk membuat liang bagi mereka yang tidak memiliki vagina. Dan dalam perkembangannya bisa juga dilakukan karena si pasien memerhatikan segi estetika, sehingga ia ingin vaginanya nampak kecil dan indah seperti belum melahirkan.Operasi 

  2. Pembuatan Vagina
    Kasus wanita yang tidak memiliki vagina memang jarang terjadi. Biasanya kelainan itu disebabkan faktor genetik akibat kelainan kromosom. Ketika akan menikah, kami lakukan operasi vaginoplasti ini. Kebanyakan wanita, disinyalir memang kurang memiliki pengetahuan tentang vagina, karena itu seringkali mereka tak tahu apa yang harus dilakukan untuk memperbaiki kondisi organ intimnya. “Disini perlu sekali pembelajaran tentang vagina. Para wanita harus belajar peduli dengan kondisi vaginanya. Seperti berapa panjang liang, punya lubang atau tidak? Dengan begitu dapat dicarikan jalan keluarnya.
    Bahkan umumnya para orang tua juga tidak menyadari bila anak perempuannya tidak memiliki lubang  vagina. Barulah ketika si anak memasuki masa puber diketahuinya. ” ltu karena mereka bingung ketika si anak berumur 16-17 tahun kok belum juga menstruasi seperti teman sebayanya. Kemudian baru mereka membawanya ke dokter.
    Nah, saat dilakukan pemeriksaan ketahuan ia tidak punya vagina. Untuk  kasus seperti ini, vaginoplasti dilakukan ketika ia akan menikah.  Tujuannya, tentu saja agar dapat berhubungan intim untuk memuaskan suami tercinta. “Kalau untuk dapat anak tidak mungkin, karena orang yang tidak memiliki vagina sejak lahir, mereka tidak mendapat menstruasi.”
    Bagi wanita yang memiliki vagina normal, akan melakukannya untuk alasan estetika. Misalnya karena proses persalinan membuat ukuran vagi na menjadi tidak normal. Hal itu terjadi karena saat bayi hendak keluar, vagina terpaksa dirobek untuk memermudah jalan keluar. “Karena dirobek maka harus dilakukan jahitan episiotomi. Kadangkala kalau dokter atau bidan tidak terampil bisa mengakibatkan infeksi dan menimbulkan luka terbuka.
    Apalagi bagi para wanita yang elahirkan di paraji (dukun), yang biasanya tidak dijahit sehingga adakalanya jaringannya menjadi jaringan parut yang mengeras. “Bila dilakukan vaginoplasti maka jaringan tersebut  akan dibuang. Tapi kalau jaringannya masih bagus tidak akan  dibuang.
    Disarankan operasi ini dilakukan jika pasangan suami istri sudah  memutuskan tidak akan memiliki anak lagi,. Sebab, bila masih ada rencana tambah anak, tentu kemungkinan akan mengalami perobekan lagi dan operasi pun menjadi mubazir.
  3. Seperti Perawan lagi
    Tujuan untuk mereparasi lantaran ada keyakinan bila kemudian ‘rasa’ mahkota Anda akan seperti sebelum memiliki anak, bahkan seakan kembali perawan lagi. Benarkah? Sebab, setelah operasi, Lubang vagina menjadi lebih kecil, sehingga saat melakukan hubungan seks, penetrasi dapat terjadi lebih baik. Tentu, bila terjadi orgasme, kepuasan pun menjadi lebih maksimal.
    Yang dimaksud kembali seperti perawan lagi bukanlah dalam pengertian sebenarnya. Bagaimana pun selaput perawan atau dara sudah robek di malam pertama ” Tak mungkin dikembalikan seperti semula. Hanya, setelah vaginoplasti serasa ada sensasi seperti saat dulu sebelum melahirkan. “Pokoknya kayak malam pertama deh”
    Bila vaqina terasa kendor, memang sulit membuat pasangan mencapai klimaks saat berhubungan intim. Tak pelak dapat membuat istri minder, kurang percaya diri. Dan suami? Menjadi kecewa, uring-uringan, akhirnya ‘jajan’ atau bahkan berujung pada perceraian.
    Selain vaginoplasti, cara-cara lain juga dapat mempermak organ intim wanita ini menjadi lebih baik. Yakni dengan cara hymenoplasti, laser, dan ozonisasi Seperti apa?
  4. Hymenoplasti
    Konon dapat mempermak vagina menjadi “perawan” lagi. Tindakan ini biasanya dilakukan pada wanita yang belum pernah melahirkan tetapi selaput daranya sobek. Misalnya akibat pemerkosaan, kecelakaan dan sebagainya. Mempermak kembali selaput dara ini sepirti menjahit kain yang robek  Pembiusan pun hanya lokal saja.
    Kemudian dijahit tanpa penambahan silikon seperti pada operasi pembesaran payudara. Prosesnya memakan waktu sekitar 1-2 jam. Setelah itu, pasien diperbolehkan pulang dengan menyandang status ‘Perawan‘ lagi.
    Anda pun bisa melakukan aktivitas seperti biasa. Hanya saja selama 2 minggu dilarang melakukan hubungan intim dulu maupun olahraga berat. Tetapi menkonsumsi obat resep dokter.untuk mempercepat pemulihan dan menghindari infeksi.
  5. Laser Vagina
    Wanita yang sudah pernah melahirkan anatominya  mengalami perubahan. Seperti  bentuk tubuh semakin berisi, pinggul lebar, diding vagina mengendor, sulit mengontrol buang air kemih.Mengapa kendor ? Karena struktur pendukung bangunan vagina seperti otot dan tonus melemah dan dia meter internal  dan eksternal membesar. Perubahan-perubahan tersebut secara langsung atau tidak langsung akan mempengaruhi kenikmatan hubungan seksual.
    Untuk mengatasi hal tersebut perlu peremejaan vagina dengan teknik Laser Vaginal Rejuvenation. Alat ini dirancang untuk untuk meningkatkan tonus, kekuatan dan kontrol vagina secara efektif. Prosedur ini juga akan mengecilkan diameter vagina internal dan eksternal selain juga memperkuat bagian perineum. LVR juga ditujukan untuk mengatasi stress urinary incontinence (sulit mengontrol kencing) Sesuai namanya operasi ini dilakukan menggunakan Laser. Dilaksanakan selama 1 jam dan hanya mengeluarkan sedikit darah.
  6. Ozonisasi Vagina
    Selain tindakan operasi untuk memperbaiki, organ intim agar bisa terasa lebih kesat, kencang ada cara lain. Diantaranya adalah pembersihan dalam vagina yang dilakukan dokter ahli. Selain itu kini juga ada “ozomsasi vagina” Yang melakukan tindakan adalah dokter, prosesnya dengan pembersihan vagina bagian luar dengan menggunakan cairan antiseptik. Penyemprotan vagina bagian dalam dengan cairan antiseptik
    Menggunakan alat penyemprotan khusus sehingga penyemprotan bisa masuk ke dalam liang vagina. Kemudian dilakukan penyemprotan dengan menggunakan antibakteri dan antifungus. Berikutnya penyemprotan deodorant agar vagina berbau harum. Terakhir vagina akan disemprot dengan ozon (uap). Proses penyemproton vagina ini berlangsung sekitar 15 menit
—————————————-
Kalau mau coba…???? Silahkan…. 😆
Tapi hanya sekali pakai aja, ya…!!!

About Ibu Verra

Aku seorang Ibu rumah tangga yang bangga menjadi seorang Ibu untuk anakku, seorang istri untuk suamiku, dan seorang wanita bagi semua orang. Aku dulu seorang perawan, tetapi dalam sekejap semua hilang, ketika aku merelakan hidupku untuk mendampingi suamiku.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s