Yai Juwih almarhum di wasiatnya berpesan. Siapa diantara istri-istrinya yang terbukti berhianat, maka dia dan keturunannya tidak akan diberikan warisan apa-apa..” Kata pengacara Yai Juwih, orang terkaya di pesisir pantai timur pulau itu.

Yai Juwih adalah pedagang kaya raya. Pada saat meninggal di usianya ke 87 tahun, dia memiliki kebun kelapa 150 hektar, kapal penangkap ikan 24 buah, tambak udang, 6 rumah panggung besar di kota nelayan dan 2 di ibu kota, serta belasan ruko di jalan-jalan utama kota.

Pembagian warisannya berdasarkan adat, dimana istri-istri yang sah mendapatkan harta sama rata dari sepertiga hartanya. Sementara semua anak mendapatkan harta dari 2/3 harta sisanya, dengan ketentuan warisan semua anak lelaki mendapat jatah 2/3 dari bagian anak, dibagi rata  dan semua anak perempuan mendapat 1/3 dari bagian anak, dibagi rata. Pokoknya begitulah kira-kira perhitungannya. Istri yang sudah meninggal, jatahnya dibagi ke anak-anak dari istri itu sesuai pembagian anak. Dan anak yang sudah meninggal, jatahnya diberikan kepada cucunya. Siapa diantara istrinya yang ketahuan tidak setia, akan kehilangan haknya dan hak keturunannya dan jatahnya diserahkan ke anak pertama, sebagai pembawa nama keluarga.

“Yai almarhum tidak adil. Kenapa sama rata begitu? Kan aku anak tertua yang seharusnya mendapat lebih banyak? Ini bagaimana pak pengacara? Apalagi si Sri istri Yai yang ke 4 itu, baru dinikahinya bulan kemarin, sejak hari nikah sampai meninggal Yai melulu di rumah sakit, apa berhak dia dapat warisan? Ditiduri ayahku pun pasti tidak pernah dia!” Pak Har yang berumur sudah 64 tahun itu protes.

Ya, Har adalah anak pertama dari Ibu Ijah, istri pertama Yai Juwih yang sudah meninggal 8 tahun lalu. Adiknya ada 5 dan sudah berkeluarga semua. Sebenarnya Har sudah memiliki bisnis sendiri dan cukup kaya. Tetapi rasa ingin dapat lebih itu membuat dia mencari-cari celah bagaimana warisan bapaknya tidak terbagi begitu ratanya.

“Yai Juwih terlalu berpegang dengan pandangan hidup kuno itu. Seorang lelaki baru lengkap kehormatannya kalau istrinya 4. Harus 4. Kalau kurang, maka kejayaannya, kegagahannya berkurang. Pandangan hidup apa itu, sudah tidak mampu lagi masih memaksakan diri diakui gagah. Nah, setelah mamaku meninggal dan Nis mantan istri ke 4 Yai diceraikan karena ketahuan selingkuh dengan supirnya, dia memaksakan diri nikah lagi, walau sudah sakit-sakitan dan tidak bakalan mampu menjalankan fungsinya sebagai lelaki lagi.  Dipaksanyalah ayah Sri mengijinkan anaknya itu dinikahi karena banyak hutangnya. Nah, sejak malam pengantin itu, Yai selalu sesak nafas dan dirawat sampai meninggal. Pak Risman, tolong minta surat ke pengadilan untuk memeriksa Sri. Kalau dia ternyata tidak perawan lagi, beri tuntutan supaya jatah warisannya lepas!” Pak Har pun menjelaskan ke Risman SH rencananya menyelamatkan harta warisan bapaknya dari pihak-pihak yang tidak berhak.

Dan apa boleh buat, pendek kata dengan upaya dari sang pengacara sang bapak yang sekarang sudah disewa Pak Har jadi pengacaranya, keperawanan Sri hari itu terperiksa di dokter bagian kebidanan dan penyakit kandungan di kota. Pertaruhannya tinggal dua, kalau Sri perawan berarti dia belum terjamah dan otomatis setia, tetapi kalau tidak, maka hak warisannya gugur dan jadi jatah pak Har sebagai anak pertama, si pembawa nama keluarga.

“Masih perawan. Nyonya Sri tetap pewaris syah.” Kata Risman,SH. Pak Har langsung terlemas mendengarnya. Tidak jadi dia mendapat tambahan warisan lagi. Ah, kecewa.

“Ada yang lebih mengkhawatirkan lagi, Pak Har. Ternyata Sri sudah mulai menyewa pengacara.” Kata Risman, SH.

“Untuk apa? Tersinggung kita paksa membuktikan keperawanannya? Merasa dipermalukan? Itu kan sah-sah saja. Tidak mungkinlah Bapakku Yai Juwih pernah menggaulinya. Sedangkan Nis saja mantan istri Yai jadinya selingkuh dengan Abok supirnya, karena sudah 5 tahun menikah Yai memang tidak pernah sanggup menjalankan tugasnya walaupun sudah berobat kejantanan ke Singapura. Malah jantung dan ginjalnya jadi parah.” Kata Har geram mendengar Sri sudah mulai berani.

“Menurut Sri, sebelum meninggal Yai Juwih selalu didampinginya selama sekarat di rumah sakit dan Yai banyak bercerita. Dan Yai Juwih pernah bilang, selain Nis, sebenarnya ke 3 istri-istrinya yang lain dia ragukan kesetiaannya, karena memang sejak dahulu di rumah mereka banyak nelayan-nelayan bujangan muda anak buahnya yang tinggal di rumah penampungan di sebelah rumah mereka. Dan Yai sering keluar kota untuk urusan dagang dan bisnis lainnya. Ke 3 istrinya ini terkadang terlihat terlalu akrab dengan anak buah-anak buahnya.” Pengacara itu pun menceritakan kondisi yang melatarbelakangi Sri menyewa pengacara.

“Jadi, Sri mau apa?” Tanya Pak Har kebingungan.

“Dia sudah meminta surat dari pengadilan, dan semua anak kandung Yai Juwih akan diperiksa tes DNA. Sri bilang Yai Juwih yakin beberapa anak istri-istrinya sangat tidak mirip dengannya, malah mirip muka anak buahnya yang sudah dipecatinya. Kalau terbukti ada yang DNA nya beda dengan DNA dari rambut Yai yang ada di kopiahnya. Maka gugurlah warisannya…” Risman pun menjelaskan dengan detailnya.

“Bagus, kalau begitu, harta yang gugur itu jatuh ke tangan saya?” Har pun tertawa gembira.

“Ya, kalau ada yang gagal tes DNA, warisan ibunya dan semua anak yang dilahirkannya menjadi hak anda.” Kata Risman dan langsung ketawa terbahak-bahaklah Har bahagia. Sri yang lugu itu ternyata menyewa pengacara segala untuk hanya menguntungkan dirinya.

Dan yang diperkirakan itupun terjadi. Satu dari 2 anak dari istri ke 3 bu Ita, DNA nya tidak cocok. Otomatis bu Ita dan ke 2 anaknya hilang warisannya. Demikian juga bu Oca, lebih parah. ke 4 anak-anaknya DNA nya tidak cocok semua dengan DNA Yai. Dan terakhir, ke 6 anak Yai dari Ibu Ijah diperiksa. Dan ternyata, 5 anak cocok cuma 1 yang tidak dan si anak yang tidak syah itu adalah Har.

“Maaf, pak Har. Selesai. Bahkan Bu Ijah pun pernah berselingkuh dan lahirlah anda. Sehingga secara hukum, hanya Sri yang berhak mendapat semua warisan Yai Juwih. Karena dia belum pernah tidur dengan lelaki mana pun sejak menikah dengan Yai sampai menghembus nafasnya dia terbukti tetap perawan, tetap setia.” Risman, SH pun pergi meninggalkan Pak Har yang terduduk menunduk dalam keterpurukannya.

Adalah dia yang begitu ngotot mendapatkan harta warisan sang bapak sebanyak-banyaknya. Tetapi akhirnya harus menemui kenyataan bahwa dialah sebenarnya anak pertama hasil selingkuhan yang tidak berhak mendapatkan apa-apa.

Dan tinggallah kisah ini berakhir bahagia bagi Sri, istri ke 4 Yai almarhum yang tiba-tiba jadi janda kaya raya dan masih perawan pula.

Sumber: http://fiksi.kompasiana.com/prosa/2011/02/09/ternyata-istri-ke-4-almarhum-masih-perawan-338835.html

About Ibu Verra

Aku seorang Ibu rumah tangga yang bangga menjadi seorang Ibu untuk anakku, seorang istri untuk suamiku, dan seorang wanita bagi semua orang. Aku dulu seorang perawan, tetapi dalam sekejap semua hilang, ketika aku merelakan hidupku untuk mendampingi suamiku.

One response »

  1. fikri mengatakan:

    wah kok bisa ya ada cerita begitu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s