Kebanyakan anggapan orang dalam masyarakat, bahwa keperawanan itu dibuktikan dengan keluarnya bercak darah pada malam pertama atau pada hubungan intim pertama. Benarkan demikian? Pada tulisan kali ini, saya akan mengupas beberapa hal yang berhubungan dengan darah perawan.

  • Tekanan Psikologi
    Anggapan bahwa darah yang keluar melalui vagina sebagai bukti keperawanan, sedikit banyak akan berdampak besar pada psikologi seorang gadis/perawan di malam pengantennya. Hubungan seks pada malam pertama yang seharusnya bisa dinikmati laksana surga dunia, akan berubah menjadi neraka dunia.

    Para gadis yang hidup dalam masyarakat yang beranggapan demikian, pada umumnya tidak menikmati nikmat melakukan hubungan seks secara sempurna, karena ada kekhawatiran ia tidak bisa membuktikan keperawanannya kepada suaminya, meskipun sebenarnya ia memang masih perawan, dalam arti tidak pernah melakukan hubungan seks sebelumnya.
  • Kegagalan Penetrasi
    Seperti pernah saya sebutkan dalam artikel berjudul “Tips Seks Untuk Perawan“, bahwa elastisitas selaput dara (hymen) sangat dipengaruhi oleh emosi anda dan permisivitas vagina menerima sesuatu yang masuk dan menembusnya. Pada saat seorang wanita mulai terangsang, maka vagina dengan sendirinya akan melakukan permisivitas (memberikan izin masuk kepada penis untuk memasukinya). Saat terjadi permisivitas vagina tersebut, maka elastisitas hymen juga akan bertambah. Selain itu, cairan vagina yang keluar pada saat terangsang, akan membantu penis dalam melewati dinding vagina tanpa harus memberikan paksaan berlebihan.
    Robeknya lapisan hymen pada saat hubungan seks pertama identik dengan gagalnya penetrasi oleh pasangan. Vagina belum siap untuk menerima penetrasi, namun pria tetap memaksakan untuk melakukannya, sehingga elastisitas hymen yang belum maksimal dan cairan vagina yang juga belum cukup untuk melumasi dinding vagina, akan membuat hubungan seks tidak ternikmati secara maksimal. Akibat akhir yang ditimbulkan oleh gagalnya penetrasi ini, adalah robeknya selaput dara dan mengeluarkan darah keperawanan, tetapi sebenarnya pihak wanita tidak bisa menikmati, dan cenderung merasa sakit atas penetrasi tersebut.
  • Tidak Harus Berdarah
    Umumnya selaput dara robek ditandai dengan keluarnya darah. Tapi sebagian kecil wanita justru tidak mengeluarkan darah, ini di sebabkan karena sesungguhnya selaput dara itu sangat sedikit mengandung pembuluh darah. Biasanya semakin tipis selaput dara, darah yang keluar juga sangat sedikit sehingga tidak kelihatan.(1) Adakalanya jumlah darah yang keluar hanya berupa bercak dan hanya dapat dilihat jika kita benar-benar mengamatinya dengan seksama dan beberapa diantaranya nyaris tak dapat dilihat karena bercampur dengan cairan-cairan lain di dalam vagina. (2) 

______________________________
Bagi perawan yang akan menjalani malam pertamanya, tidak usah mengkhawatirkan masalah darah perawan. Hal itu justru akan membuat indahnya malam pertama berlalu tanpa bisa mencapai nikmatnya surga dunia…. :wink:

About Ibu Verra

Aku seorang Ibu rumah tangga yang bangga menjadi seorang Ibu untuk anakku, seorang istri untuk suamiku, dan seorang wanita bagi semua orang. Aku dulu seorang perawan, tetapi dalam sekejap semua hilang, ketika aku merelakan hidupku untuk mendampingi suamiku.

One response »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s